Tampilkan postingan dengan label for your info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label for your info. Tampilkan semua postingan

10 Nasihat Einstein Tentang Hidup

Tak perlu bersiap-siap mengernyitkan kening, kita hanya akan membahas ringan tentang filosofi hidup singkat Einstein. Tidak ada Fisika, nuklir, atau hal-hal jenius lainnya. Hanya hal kecil tapi sering terlupakan, padahal berpengaruh besar terhadap kehidupan kita. Apa saja nasehat bijak Einstein? Yuk kita lihat.

1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda
"Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja."

Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?

Karena itu banyak-banyaklah menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata 'sukses'. Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan.

2. Tekun itu Tak Ternilai
"Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah."

Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?

Ada ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, 'Selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan'. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai.

3. Fokus pada saat ini.
"Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu."

Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga kebun duren di kebun.

Begitu banyak kera seperti menunggu si penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus.

Pengertian yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, 'Seseorang bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus'.

Belajar untuk 'berada di sini, saat ini', berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.

4. Imaginasi adalah kekuatan
"Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan."

Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan!

Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi, kata Einstein, "Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi."

Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan.

Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan ataupun keinginan. Menyedihkan.

5. Buat Kesalahan
"Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."

Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN.

(Baca selengkapnya....)

Sumber : http://duniaproduk.com/

Belajar Menulis

Gabungan Imbuhan

Gabungan imbuhan adalah pemakaian beberapa imbuhan sekaligus pada suatu kata dasar, yang masing-masing mempertahankan arti dan fungsinya. Imbuhan-imbuhan yang biasa dipakai bersama-sama adalah: me-kan, mem-per-kan, di-per-kan, ter-kan, ber-kan, dan lain-lain.
1. Gabungan me-kan, di-kan, me-per-kan, di-per-kan
A. Fungsi
Fungsi dari pada gabungan itu dapat ditinjau dengan memperhatikan fungsi tiap-tiap bentuk. Karena semua bentuk itu berfungsi untuk membentuk kata kerja maka gabungan itu juga berfungsi membentuk kata kerja.
B. Arti
a. Mengandung arti kausatif atau menyebabkan terjadinya suatu proses.
    Contoh: memperbesarkan, meninggikan.
b. Menjadikan sebagai atau menganggap sebagai.
    Contoh: memperhambakan, memperbudakkan.
c. Mengandung arti intensitas, mengeraskan arti yang disebut dalam kata dasar dan dapat berarti    menyuruh.
    Contoh: memperdengarkan, memperebutkan, mempertahankan.
2. Gabungan mem + per + i atau di + per + i
A. Fungsi
Membentuk kata kerja.
B. Arti
a. Mengandung arti kausatif yaitu menyebabkan terjadinya suatu proses yang terkandung dalam     kata dasar. Kausatif ini sebenarnya dinyatakan oleh per-.
    Contoh: memperbaiki, memperbaharui.
b. Menyatakan intensitas.
    Contoh: mempelajari.
3. Gabungan ber-kan
A. Fungsi
Membentuk kata kerja.
B. Arti
a. Penguat dan dapat berarti memakai sebagai.
    Contoh: berdasarkan, bersenjatakan, beribukan, berbataskan.
b. Keringkasan dari akan.
    Contoh: berharapkan, beemimpikan.
c. Ada pula yang dipakai hanya sekedarsebagai pemanis.
    Contoh: bertaburkan, bersuntingkan.
4. Gabungan ber-an
A. Fungsi
Membentuk kata kerja.
B. Arti
a. Mengandung arti saling, terutama bila kata itu diulang.
    Contoh: berkenalan, bersalaman, berkirim-kiriman.
b. Perbuatan terjadi berulang-ulang, atau tetap berlangsung atau pelakunya banyak.
    Contoh: berhamburan, berkeliaran, becucuran, berebutan.

Hal-hal yang harus disiapkan sebelum mengirim naskah

Satu Langkah Sebelum Mengirim Naskah
oleh Grasindo Publisher pada 18 Maret 2011 jam 11:49

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan kepada Grasindo Publisher, berkaitan dengan pengiriman naskah, penerbitan buku, dan semacamnya. Secara sekilas, akan kami bentangkan supaya teman-teman semua memperoleh informasi, dan bersemangat untuk menulis.

Q: Saya mau menerbitkan buku, bagaimana prosesnya?
A: Prosesnya secara singkat adalah: penulis mengirim naskah/tulisannya ke penerbit, naskah diseleksi oleh editor, editor dan penulis bekerjasama hingga naskah jadi buku, naskah dipasarkan ke pembaca-pembaca.

Q: Apakah naskah saya bisa diterbitkan?
A: Tergantung proses seleksi. Tim editorlah yang akan menyeleksi naskah Anda. Ada banyak faktor yang dipertimbangkan dalam seleksi tersebut, tapi biasanya dapat disederhanakan menjadi dua saja.

Q: Dua faktor itu apa saja?
A: Dua faktor itu adalah: (1) apakah materi naskah itu baik, pantas, informatif, (2) apakah buku itu mampu kita jual. Jadi, dengan kata lain, bikin buku boleh idealis, tapi tetap harus memperhatikan unsurmarketable.

Q: Hmmm, contohnya?
A: Okay, ada buku yang bagus tapi secara market susah. Misalnya, ada naskah Keunggulan Hamster Zimbabwe. Mungkin, naskah itu ditulis oleh ahli hewan yang mumpuni, dilengkapi data-data akurat dan ilmiah, serta laporan detail, sehingga kita tidak bisa memungkiri bahwa penulis ini memang hebat. Tetapi, dari segi market, kita akan melihat bahwa ternyata penggemar hamster tidak banyak, hamster Zimbabwe harus didatangkan dulu dari sana. Sebaliknya, bisa jadi naskah yang diperkirakan akan laku, tidak memiliki kelayakan secara isi. Misalnya, boleh jadi ada naskah dari artis terkenal, tapi isinya provokatif ke hal-hal negatif.

Q: Kenapa sih pake rumit segala?
A: Lhoh, tidak rumit kok, prosesnya kan jelas. Sebagai publisher, tentu kita memperhatikan kualitas, sekaligus menjaga supaya buku-buku itu benar-benar dibaca. Bayangkan, buku-buku itu dibuat dari kertas-kertas yang tak lain merupakan pohon-pohon yang tidak boleh asal ditebang kan. Jika asal-asalan menerbitkan buku-buku secara masif, akhirnya hanya menumpuk di gudang, alangkah kasihannya bumi. :) Think green, dong.

Q: Hmm, intinya hanya buku yang laku saja yang diterbitkan?
A: Siapa bilang. Hehe, tentu kita punya pemecahan untuk buku-buku yang sangat segmented. Untuk beberapa judul, kita menjalin kerjasama dengan sponsor, berupa yayasan, institusi, korporasi, atau perusahaan tertentu. Dengan sokongan dari mereka, kita bisa mencetak dan mendistribusikan ke pasar-pasar yang jelas. Biasanya, penulis sudah aktif menggandeng sponsor tertentu. Atau, bisa jadi, tim Grasindo ikut mencari sponsor.

Q: Yaa, that's great! Ada persyaratan khusus pengiriman naskah?
A: Haha, enggak. Simpel saja. Silakan kirim naskahmu, boleh hardcopy atau softcopy ke alamat Grasindo (ada di profile info), atau via email ke: ariobimo@gramediapublishers.com, adinto.fajar@gramediapublishers.com. Kirim dengan format yang jelas dan mudah dibaca. Selain itu, sertakan pula tulisan/proposal, berisi: (1) siapa pembaca buku saya nanti, (2) mengapa buku saya layak diterbitkan, dll.

Ingat, Grasindo Publisher merupakan penerbit buku-buku beragam, baik buku pelajaran, buku umum, novel, referensi, parenting, dan lain-lain. Sebelum mengirim, pastikan Anda sendiri sudah menguasai naskah Anda tersebut.

LOMBA CIPTA CERPEN TINGKAT MAHASISWA SE-INDONESIA

[Deadline 31 Maret 2011]

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) OBSESI Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto bekerjasama dengan Dewan Ekskutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Purwokerto kembali menggelar LOMBA CIPTA CERPEN TINGKAT MAHASISWA SE-INDONESIA untuk tahun 2011 ini. Rekrutmen naskah cerpen dimulai sejak Selasa 1 Februari 2011, dan batas akhir pengumpulan naskah cerpen Kamis 31 Maret 2011.
Tema cerpen bebas, tetapi berlatar belakang kearifan lokal. Panjang cerpen berkisar 5 halaman sampai maksimal 10 halaman kwarto. Memakai font times new roman size 12. Diemailkan ke : obsesipress@gmail.com dan di-CC ke: lpmobsesi@gmail.com
Peserta harus masih tercatat sebagai mahasiswa sebuah perguruan tinggi, dan dibuktikan dengan melampirkan scaning Kartu Mahasiswa yang masih berlaku.
Lomba ini akan memilih 3 judul cerpen pemenang dan nominator, dan akan diterbitkan oleh Penerbit Obsesi Press.
* Juara ke-1 akan mendapatkan: uang tunai Rp.1.500.000, piala bergilir, piala tetap, sertifikat pemenang, dan 5 eksemplar buku antologi cerpen dari hasil lomba tersebut.
** Juara ke-2 akan mendapatkan: uang tunai Rp.1.000.000, piala tetap, sertifikat pemenang, dan 5 eksemplar buku antologi cerpen dari hasil lomba tersebut.
*** Juara ke-3 akan mendapatkan: uang tunai Rp.500.000, piala tetap, sertifikat pemenang, dan 5 eksemplar buku antologi cerpen dari hasil lomba tersebut.
Sementara itu, para nominator akan mendapatkan sertifikat pemenang, dan 2 eksemplar buku antologi cerpen dari hasil lomba tersebut. Adapun Dewan Juri terdiri dari: Drs. Joni Ariadinata (Cerpenis, Redaktur Majalah Sastra HORISON, Jakarta), Abdul Wachid B.S. M.Hum. (Kritikus Sastra, Dosen Ilmu Sastra) , dan Heru Kurniawan, M.A. (Kritikus Sastra, Dosen Ilmu Sastra).
Panitia Lomba Cipta Cerpen Tingkat Mahasiswa se-Indonesia,

Ttd.
KRISNANTO
085 8798 53 444

Menulis Cerpen Forum Sastra Bumi Pertiwi Tingkat Nasional 2011

Dead Line 25 Maret 2011 
Syarat lomba :
1.       Peserta adalah warga negera Indonesia tanpa batasan usia
2.       Naskah berbahasa Indonesia, diketik di kertas kuarto, spasi ganda, font Times News Roman ukuran 12           
3.       Panjang naskah 4-8 halaman, margins 3 cm
4.       Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran atau hasil plagiat
5.       Tema bebas, namun diharapkan mengandung manfaat/ pesan moral bagi pembaca
6.       Naskah belum pernah dipublikasikan di media manapun dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain
7.       Sertakan sinopsis cerpen di halaman terpisah, maksimal 150 kata
8.       Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu cerpen
9.       Setiap naskah diberi judul, nama penulis, biografi singkat penulis, no hp, email dan alamat rumah
10.    Setiap cerpen/setiap judul naskah yang diikutsertakan wajib membayar uang pendaftaran RP 10.000,- (uang ini nantinya akan digunakan untuk pembuatan antologi dan sebagian disumbangkan untuk membantu korban bencana alam)
11.    Uang pendaftaran ditransfer ke Bank BRI No Rekening : 5412-01-013576-53-1 a/n Abdur Rahim
12.    Bukti transfer discan atau difoto, lampirkan beserta naskah cerpen, lalu kirim ke email: fsbp@ymail.com cc : fsbp2@yahoo.co.id
13.    Format subject (FSBP-Nama Penulis-Judul Naskah). Contoh: FSBP-Kurniawan-Senja
14.    Karya peserta diterima panitia paling lambat tanggal 25 Maret 2011
15.    Pemenang diumumkan pada tanggal 25 Mei 2011 di blog FSBPhttp://forumsastrabumipertiwi.blogspot.com/  atau Facebook : Fs Bumi Pertiwidan Forum Sastra Bumi Pertiwi
16.    Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat Hadiah:
Ø  Pemenang 1 uang tunai Rp 3.000.000,- + piagam penghargaan + antologi cerpen pemenang
Ø  Pemenang 2 uang tunai Rp 2.000.000,- + piagam penghargaan + antologi cerpen pemenang
Ø  Pemenang 3 uang tunai Rp 1.000.000,- + piagam pengahrgaan + antologi cerpen pemenang
Ø  20 pemenang harapan mendapat piagam penghargaan + antologi cerpen pemen

Renungan

Jika engkau dalam kesulitan,ingatlah selalu pada-Nya

jika engkau lupa sebutlah nama-Nya

kita ini hanyalah manusia yg selalu ingin mendapatkan kebahagiaan

jika kebahagiaan juga tak kunjung datang, m0hon dan sujudlah pada-Nya

kita hanya mampu berdoa

tapi hanya DIA lah yang menentukan

Allah itu Maha Segala

janganlah pernah engkau melupakannya

Robitoh (untuk semua yang kurindukan)

Ya,Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui hati-hati ini berhimpun dalam cinta pada-Mu,

telah berjumpa dalam taat pada-Mu,

bersatu dalam dakwah di jalan-Mu,

dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu,

maka,kuatkanlah ikatan pertaliannya,

Ya,Allah,abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tak akan pernah pudar,

lapangkanlah dada kami dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu,

hidupkanlah dengan ma'rifah-Mu dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu,

sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Amiin

Tips untuk Jadi Remaja Islam Oke !


Seorang remaja mempunyai andil besar bagi perubahan lingkungannya. Ia pun mampu membawa teman-temannya agar sadar dan mengenal Islam. Sudah saatnya remaja peduli bahwa siapa lagi yang akan memperjuangkan Islam di tengah-tengah masyarakat kalau bukan mereka? Dulu ketika SK jilbab belum keluar, remaja juga yang bergerak dan berjuang. Itu hanya salah satu contoh. Sekarang pun di saat kesadaran berislam sudah tinggi, saatnya remaja berperan untuk membuat masyarakat rindu Islam kaafah yaitu dengan diterapkannya syariah Islam dalam naungan Khilafah.

Ketika ada teman yang gak sholat, pacaran aja kegiatannya, dugem, dan banyak aktifitas maksiat lainnya, siapa yang bisa menyadarkan mereka? Bukan para kyai, bukan para guru, bukan pula para dai tua yang seringkali tak paham dengan karakter remaja. Jadi yang paling efektif menyadarkan mereka adalah teman-temannya sendiri yaitu kamu sebagai generasi muda.

Jangan panik dulu. Jangan merasa berat dengan tugas sebagai remaja muslim yang kamu emban. Di bawah ini ada beberapa tips agar kamu jadi remaja yang oke dalam berdakwah di lingkungan kamu. Simak baik-baik ya:
1.    Niat
Dari awal, niatkan semua usaha kamu karena Allah semata. Jangan sampai ada niat untuk sombong dan merasa benar sendiri. Juga jangan sampai ada kesan menggurui dan menganggap bodoh teman yang sedang kamu dakwahi. Petunjuk itu dari Allah. Lakukan upaya maksimal dalam menyadarkan teman dan jangan lupa berdoa untuknya agar segera kembali ke jalan yang benar. Karena sungguh, tidak ada yang mampu memberi jalan bila sudah disesatkan oleh Allah dan tak ada yang mampu menyesatkan bila sudah diberi petunjuk oleh-Nya. Jadi jangan lupa berdoa ya.
2.    Lakukan apa yang kamu katakan
Ngomong gampang, tapi melakukannya itu yang butuh upaya lebih. Kalo kamu Cuma bisa ngomong tanpa melakukan apa yang kamu omongkan, maka orang lain terutama teman-temanmu tak akan percaya padamu lagi. Misal nih, kamu bilang pacaran haram dan dosa tapi kamu sendiri malah suka mojok berduaan dengan lawan jenis. Sama juga bo’ong kalo gini caranya. Selain dosa karena kamu berkhalwat (berdua-duaan dengan lawan jenis yang non mahrom), kamu juga dosa karena bisa ngomong tapi gak bisa melakukan omonganmu dengan konsisten. Dobel dosa tuh. Jangan sampai ini terjadi loh.
3.    Gunakan Qur’an dan Hadits
Dalam berdakwah, gunakan Qur’an dan hadits sebagai acuan, bukan kata si A dan si B atau bahkan kata nenek moyang. Banyaklah baca buku-buku keislaman dan pahamilah wawasan keislaman itu sendiri. Jangan sampai kamu menyampaikan sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya. Jadikan sirah (sejarah) Rasulullah dalam berdakwah sebagai panduan kamu ketika berdakwah di lingkungan teman-temanmu.

Harap kamu tahu, Rasulullah oke banget loh dalam menyampaikan dakwah di semua kalangan termasuk juga para remaja dan pemuda. Salah satunya adalah ketika ada seorang pemuda yang mendatangi Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasul, saya ingin masuk Islam tapi saya masih hobi berzina.” Apa jawab Rasulullah? Bukannya marah tapi beliau dengan tenang menjawab, “ Kamu punya ibu? Punya saudara perempuan? Bagaimana perasaanmu bila ibu atau saudaramu yang perempuan dizina-i oleh laki-laki?” Sejak saat itu, pemuda tersebut langsung bertaubat, masuk Islam dan tidak pernah lagi melakukan zina.
4.    Berbicaralah pada orang lain seakan-akan baru mengenalnya
Maksud dari poin ini adalah jangan berusaha sok tahu tentang seseorang hanya dengan melihatnya sekilas saja. Berbicaralah dengan ramah dan penuh perhatian sehingga orang yang akan didakwahi merasa nyaman dan kemudian percaya. Jangan terkecoh dengan penampilan. Misalnya saja seorang yang mengaku dirinya muslimah tapi pakaiannya selalu ketat dan mengumbar aurat. Jangan langsung berpikiran sok tahu yang negative bahwa dia itu pastilah seseorang yg pembangkang dan durhaka karena tidak menutup aurat. Kenalilah kepribadiannya lebih jauh.

Karena bisa jadi ia berpakaian seperti itu bukan karena ingin membangkang perintah Allah tapi benar-benar tidak tahu batasan aurat perempuan dalam Islam. Atau mungkin salah seorang teman kamu yang tak pernah sholat Jumat. Kenalilah dirinya lebih jauh dan jangan langsung berprasangka buruk. Ada banyak laki-laki yang tidak sholat Jumat karena keluarganya tidak pernah mengajarinya dan ia pun tidak tahu hukumnya. Jadi , tugas kamu nih untuk mendekati orang-orang semacam ini untuk memberikan pencerahan bagi kehidupannya sebagai seorang muslim yang baik.
5.    Tersenyumlah
Tahukah kamu bahwa Rasulullah SAW itu suka sekali tersenyum loh. Tapi anehnya banyak para dai yang sukanya malah pasang tampang serius dan cemberut daripada tersenyum. Nah, kamu jangan ikut-ikutan yang model begini yah.

Tersenyum, berperilaku sopan dan baik adalah sikap Rasulullah yang harus kita amalkan seharui-hari. Jika kita ingin orang lain dekat dan menerima dakwah kita maka usahakan kita bersikap ramah pada mereka. Tersenyum adalah salah satu kunci dari keramahan ini.

Yang patut diingat adalah tersenyum disini konteksnya adalah ramah secara umum dan tidak bermaksud tebar pesona pada lawan jenis. Bagaimana pun Islam mempunyai aturan dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Bukan karena alasan dakwah trus seenaknya saja berdua-duaan dengan lawan jenis, misalnya. Nah, agar tidak timbul fitnah, usahakan berdakwah fokus pada sesame jenis. Cowok yang berdakwah ke kalangan cowok. Begitu juga cewek dakwahnya juga ke lingkungan cewek saja.
6.    Bersikap aktif dan berbaur
Langkah awal bagi keberhasilan dakwah adalah bersikap aktif dan berbaur dengan objek dakwah. Sering-sering ngobrol dengan mereka yang ingin kamu dakwahi. Bisa juga kamu mengundang mereka untuk buka puasa bersama saat Ramadhan atau kajian remaja yang kamu kemas dengan santai. Jadikan mereka percaya bahwa kamu adalah tempat yang asyik untuk curhat, berbagi cerita baik suka maupun duka. Mengerjakan PR bareng, menenangkan di kala mereka gundah, atau sekedar menjadi teman yang baik ketika mereka butuh curhat dan diskusi. Dan yang utama, kamu harus bisa menjaga rahasia karena mereka sudah percaya sama kamu. Tapi bila keadaan berubah menjadi serius dan berbahaya, misalnya saja ada yang berniat bunuh diri karena frustasi menghadapi masalahnya, maka jangan segan-segan menghubungi orang yang lebih dewasa untuk menyikapi masalah ini.
7.    Tunjukkan Islam itu sesuai untuk semua kalangan
Sering remaja menganggap bahwa Islam itu kuno dan ketinggalan zaman. Tunjukkan pada mereka bahwa pendapat ini salah. Tunjukkan pada mereka bahwa Islam itu berasal dari Allah yang tentu saja sesuai dengan zaman apa pun dan bagi siapa pun termasuk remaja juga. Yakinkan mereka bahwa Allah begitu dekat bahkan melebihi urat nadi kita sendiri. Allah juga Mahamelihat dan mendengar. Allah tempat meminta dan tumpuan semua keluh kesah dan gundah kita. Tunjukkan juga bahwa Islam itu sesuai dan cocok untuk remaja. Islam mempunyai semua jawaban yang diinginkan remaja tentang pencarian jati diri yang tidak semua agama bisa menjawabnya.
8.    Libatkan mereka dalam kegiatan social
Ajak para remaja itu untuk terlibat dalam kegiatan social. Misalnya saja dengan mengadakan baksos di daerah-daerah miskin agar mereka lebih menghargai sesama dan pandai bersyukur. Atau bisa juga mengajak mereka dalam sebuah kepanitiaan atau peserta seminar Islam untuk remaja. Keterlibatan seperti ini membuat mereka menjadi bagian dari umat dan merasa berharga. Jangan lupa setelahnya kamu harus berterima kasih atas apa yang telah mereka lakukan untuk sesama.
9.    Tanyakan 4 pertanyaan mendasar
Ketika pertemanan semakin erat, topic yang dibahas biasanya juga mengarah semakin serius. Kamu bisa mendiskusikan tentang cita-cita dan rencana mereka di masa depan. Ada 4 pertanyaan yang bisa mengarahkan topic agar remaja lebih mengenal Allah dan Islam:
1.    kemanakah aku setelah kehidupan ini berakhir
2.    apa yang membuat aku bahagia
3.    Kepada siapakah aku seharusnya berterima kasih dan bersyukur
4.    apakah saya bisa sukses tanpa bantuan orang lain
10.    Tekankan sholat wajib 5 kali sehari sebelum kewajiban lainnya
Hubungan dengan Allah secara pribadi itu ada pada kewajiban sholat 5 waktu. Jangan memberikan banyak materi lain lebih dulu sebelum kesadaran untuk sholat wajib 5 waktu bisa terlaksana dengan baik. Tekankah bahwa dengan sholat saja hubungan dengan Allah terjalin secara langsung tanpa perantara. Hanya Allah saja tempat bersandar jika manusia menghadapi masalah. Sholat adalah saat yang tepat untuk meminta pertolonganNya. Jika mungkin, usahakan untuk sholat berjamaah ketika kamu sedang ngobrol santai dengan mereka. Ketika sholat ini sudah dijalankan dengan konsisten, maka hal-hal lain akan lebih mudah untuk diingatkan misalnya saja tidak boleh memaki, patuh pada orang tua dan cara berpakain yang menutup aurat sesuai dengan syariat Islam.
11.    Bantulah mereka untuk mempercayai orang dewasa
Biasanya remaja memandang orang dewasa dengan pandangan miring seolah-olah dunia mereka benar-benar berbeda. Orang dewasa dianggap tidak pernah memahami dunia remaja dan anak muda dengan tepat. Nah, dalam hal ini kamu kudu berperan untuk menumbuhkan rasa percaya pada remaja terhadap orang dewasa. Misalnya saja dengan memuji seorang penceramah yang kena di hati remaja, para aktivis yang peduli dengan dakwah demi kebangkitan umat dan lain-lain. Memang sih, merubah sudut pandang mereka tidak  bisa dengan mudah tapi paling tidak mereka nantinya bisa memahami pendapat orang tua di rumah.
12.    Jangan pergi ketika mereka sedang down
Ingat, ketika seseorang sudah mulai mau menjalankan ajaran-ajaran Islam dengan teratur, tidak berarti urusan sudah selesai. Akan ada ujian dan cobaan dalam hidup yang kadang bisa membuat futur/down atau lemah iman seseorang. Ada kalanya mereka mempertanyakan lagi keadilan Tuhan akan jalan hidup sulit yang mereka tempuh. Jangan putus asa apalagi tega meninggalkan mereka. Dampingilah para remaja ini untuk kembali menemukan jati diri keislaman mereka.

Semoga beberapa tips di atas bisa kamu jadikan alat untuk mendekati teman-teman kamu dalam berdakwah. Dan yang utama, kamu jangan lupa meminta pada Allah untuk dimudahkan langkahmu juga lisanmu dalam menyampaikan kebenaran. Semoga Allah menyertaimu selalu.

Sumber: www.voa-islam.com

Ayoo Belajar Majas........ !!!

Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

Adapun Macam-Macam Majas dibagi menjadi 4, yaitu Majas Perbandingan, Sindiran, Penegasan dan Majas Pertentangan, untuk lebih jelas dan detailnya, saya jabarkan dibawah ini:
1. Majas perbandingan
1.Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
2.Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
3.Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.
4.Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll.
5.Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
6.Sinestesia: Metafora berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan pada indra lain.
7.Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.
8.Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
9.Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
10.Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
11.Litotes: Ungkapan berupa mengecilkan fakta dengan tujuan merendahkan diri.
12.Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
13.Personifikasi: Pengungkapan dengan menyampaikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia.
14.Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
15.Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
16.Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
17.Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
18.Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
19.Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
20.Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
21.Perifrase: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
22.Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
23.Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
2. Majas sindiran
1.Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
2.Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
3.Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
4.Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
5.Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.

3. Majas penegasan
1.Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
2.Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
3.Repetisi: Perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
4.Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
5.Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
6.Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar.
7.Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
8.Sigmatisme: Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu.
9.Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
10.Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
11.Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
12.Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
13.Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
14.Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
15.Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
16.Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
17.Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
18.Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
19.Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
20.Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
21.Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
22.Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
23.Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
24.Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
25.Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.

4. Majas pertentangan
1.Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
2.Oksimoron: Paradoks dalam satu frase.
3.Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.