Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Dalam Larat

Assalamu'alaikum..... hollaa... jumpa lagi nihh... kali ini gue mw nulis PUISI.... wew.... udah lama tuh gue nggak nyinggung2 puisi kan yak ?? Cekidot dah !

Dalam Larat
Oleh : Alina sitha

Dia terkurung penjara hedonis
Tenggelam dalam gerimis
Raganya kiam redam
Bagai ayam diasak malam

Dia telah menapaki senja
Menyusuri masa yang meleja
Berteman serbuan ilat
Tangisnya lasat

Sepertiga malam ia terjaga
Dengan peluh penuhi raga
Hanyalah hibat tersirat
Jadikannya basat

Inspirasi Penulis: Ceritanya tentang orang susah yang hidup dalam dunia metropolitan. Dia berteman dengan malang tetapi tetap berdoa mengharap ridho Allah SWT.

Serpihan Cintaku

oleh : Alina Sitha

Dalam tangisan nafaske tersekat
mendengar lantunan shalawat

hatiku menciut
bak terkena lecut

meski cintaku senipis kulit bawang
hasrat melafalkan tidak selayang

berharap cintaku takkan mengisut

Untukmu, Indonesia !

Oleh : Alina Sitha

Ini seruan hati pemudi bangsa
yang terangkai dalam untaian kata
untukmu, Indonesia

Indonesia negeri para pecinta
tempat insan memadu kasih sepanjang masa
sayangnya,
pengkhianat cinta berkuasa memegang tahta
merampas hak rakyat jelata
sesungguhnya,
bukan harta penopang segala
iman dan takwa kunci bahagia.

Indonesia beradab tertuang dalam pancasila
seolah belum menuai makna
dikala berseteru para pelanggar norma susila
mencari pembenaran atas tindakan mereka
sementara pahlawan devisa bersikeras menjaga harga dirinya

Saat alam menyindir Indonesia
air mata mengalir serentak seia sekata
dari pelosok negeri hingga ibu kota
sudahkah sadar para pengkhianat cinta ?
sudahkan jera para pelanggar norma susila ?
sudahkah bahagia hidup pahlawan devisa ?

Untukmu, Indonesia
kurangkai kata terindah di setiap do’a
berharap insan tak terbuai fatamorgana
agar tiada lagi penimbun harta
berharap insan memahami susila
agar nista terhapus dari semesta
berharap keji perlahan sirna
agar pejuang devisa luput dari sengsara
berharap murka berganti cinta
agar negeri aman sentosa

Untukmu, Indonesia
hapuslah sudah airmata
bukan saatnya bertopang dagu menyiakan asa
bersatulah demi tanah air tercinta
karena ada hikmah di balik setiap peristiwa

Dengan lantang aku berkata,
aku pemudi Indonesia
siap menyongsong masa depan bangsa
berbekal cita-cita dan do’a
Untumu, Indonesia !

Di Balik Sindiran Alam

Oleh : Alina Sitha

Rentetan sindiran alam atas izin Tuhan
teguran setiap insan yang mengaku beriman
menciutkan nyali para pejuang kacangan
menggetarkan hati pembela kemaslahatan

Ibu pertiwi tertunduk lesu
sedih, tangis, haru melebur satu
puing-puing, tulang-belulang menjadi saksi bisu
keluluhlantahan tanah kelahiranku

Ibu pertiwi bersusah hati
linangan air mata membanjiri
salah apa harus dicari
lajur sudah Rahasia Ilahi

Mati satu tumbuh seribu
seyogyanya tertanam di relung kalbu
Putra-Putri Bangsa bahu-mambahu
membangun kembali tanah airku

Masa lalu bagai buah berkulit duri
kupas kulitnya ambil daging buahnya
nikmatilah ia bak obat penawar hati
anggaplah ia sebagai pahlawan tanpa tanda jasa

Masa depan bagai jarak langit dan bumi
seolah sulit dijangkau tetapi pasti
teruslah merangkak bak gedung pencakar langit
selagi nafas berhembus walau raga diamuk sakit

Wahai Putra dan Putri Indonesia
pemilik dan penggerak masa depan Bangsa
bukan saatnya bertopang dagu menyiakan asa
tanah air membutuhkanmu menyambung nyawa

Wahai Putra dan Putri Indonesia
alunkan lantang semangat Sumpah Pemuda
resapi makna di balik peristiwa
berjuanglah untuk Indonesia !

Rinduku

Oleh : Alina Sitha

Rindu,
satu kata siratkan maksudku
maksud hati akan suasana haru
yang penuhi relung kalbuku

Rasa yang membuncah kala fajar menyapa
ingatkanku pada sosok penuh cinta
yang lebih terjaga dari sang fajar
meski sinarnya kian memudar
slalu ada alasan tuk tetap terpancar

Rasa yang membuncah kala mentari tegak berdiri
ingatkanku pada sosok yang tegar jalani hari
yang kaya senyuman sejuta makna
yang tak pernah keluh meski peluh penuhi raga
seolah lihai sembunyikan kegalauan hatinya

Rasa yang membuncah kala senja merangkak datang
ingatkanku pada sosok yang selalu riang
meski badai silih berganti menerjang
meski dentuman meriam perih memekakkan telinga
meski kuyakini air mata membanjiri wajahnya
keteguhan hati itu jawabnya

Rasa yang membuncah kala petang menjelma
ingatkanku pada sosok penuh kharisma
yang slalu tampil penuh wibawa
yang tak ragu menebar canda dan tawa
yang kuyakini dirindu banyak jiwa

Rasa yang membuncah kala malam mulai meraja
ingatkanku pada sosok penuh sahaja
yang tak pernah letih bekerja
yang tak sungkan mengulurkan tangan bagi kaum tak berdaya
yang slalu ajariku tampil tanpa tipu daya

Rasa yang membuncah dari fajar hingga malam
semakin hari semakin dalam
bukan dusta tapi jujur kunyatakan
pada dirimu sosok yang meneduhkan

Rasa yang membuncah ini hadir untukmu
yang kurajut dalam untaian kata cinta setiap waktu
yang kurangkai sebagai kiriman penuh cinta
saat beradunya sorotan tiga pasang mata

Rindu,
rasa yang ingin kulukiskan padamu,
ibuku
ayahku

Temaram

Oleh : Alina Sitha


Aku terjaga
berselimut dahaga
jauh dari telaga
menganga


Aku berteman sepi
labuhan tak kunjung menepi
bermodal asa mengais mimpi
aku bertahan tanpa kanopi


Aku terasing dalam ramai
memekikkan seruan damai
mengharap ego usai mendera
menanti bara jadi gelora



Semu

Semburat cahaya menebar pesona
layaknya sulap, abrakadabra
semua tunduk

lantunan melodi perayu sukma
membius khalayak tanpa sisa
akal sehat terbiar merajuk

begitulah semu
menenggelamkannya hingga larut