Kata Pengantar di Badan Email untuk Lomba

Assalamu'alaikum..... hollaa... jumpa lagi nih..... materi kali ini juga hasil gue berselancar di dunia FB..... Yuuk simak !



Bahwa saat kita mengirimkan naskah ke panitia ajang lomba (apa pun itu), selayaknya kita menuliskan kata pengantar di badan email.
Ringkas, sopan dan jelas, tanpa berbelit-belit.

Bahwa bagaimana pun seperti halnya kita bertandang, kita wajib mengetuk pintu....  menyapa salam. Begitu juga saat kita mengirimkan email kepada panitia.  Lupakan bahwa dia adalah sahabat baik kita, pacar, tetangga, atau suami. Dengan kata lain, kita tdk mengenal mereka, selain saat itu sebagai PANITIA.
Pakailah bahasa yang resmi dan bena, tanpa menyebutkan nama.  Apalagi panitia cara biasanya terdiri dari beberapa orang....  jd jgn sebutkan nama, tp sebutkan saja : panitia acara.

Misal :
Kepada YTH
Panitia Lomba Penulisan Cerpen anu di Tempat.

Dengan ini saya sertakan cerpen saya yang berjudul.............     untuk dapat diikutsertakan dalam ajang lomba ini. Juga saya lengkapi dengan identitas diri dan .... bla.. bla.. bla...
......
....

(itu salah satu contoh saja)...
Bagaimana pun namanya aja lomba.... nggak cuma isi pokoknya aja yg dilirik, tp juga bagaimana performa (dalam hal ini penyampaian, email atau kata pengantar) bisa menambah nilai....

Selayaknya juga gak cuma dalam lomba aja, tetapi juga dalam pengiriman naskah2 lain yang terkait dengan pengiriman utk suatu lembaga/majalah atau event....

(Hindari kalimat : "Heii, riiinnn gue kirim cerpen neehh..., cepet  baca, GPL  dan muat ya... awas loh kalo nggak!"  sumpah ini isi badan email yg aku berharap tdk menemukannya lagi :)

Tips Memikat Hati Redaksi

Assalamu'alaikum..... hollaa... jumpa lagi nihh... hmm.... berhubung tadi abis berselancar di facebook, terus nemuin dokumen yang OK punya di salah satu grup yang gue ikutin..... Nah, gue mau share deh ah... ! Biar punya manfaat bagi semua ! Oke ?



*Sekedar share, semoga bermanfaat buat kita semua, (sumber : https://www.facebook.com/home.php?sk=group_170967649592856&view=doc&id=212626088760345)

Sobat, apa yang kalian rasakan ketika cerpen kalian dimuat oleh sebuah media, entah itu majalah, tabloid, koran, maupun media online. Kalo boleh curhat nih ya, ketika Annida memuat cerpen saya “Bidadari di Lampu Merah” tahun lalu, saat itu mungkin saya dalah orang paling norak sedunia, bayangin aja, saya langsung update status di facebook, nyebarin link cerpen saya ke wall temen-temen, saya langsung telpon Amak saya di kampung, pokoknya saya ingin seisi dunia tahu cerpen saya dimuat di Annida. Norak banget kan ya? Hehee
          Saya yakin kok, bagi sobat yang cerpennya dimuat untuk pertama kalinya akan melakukan hal yang sama. Saya rasa itu wajar, sebab semua usaha yang kita lakukan dihargai dengan tampilnya karya kita di media massa, lalu semua orang membacanya. Oh, rasanya sungguh luar biasa!
          Nah, saya mau share bagaimana cara “memikat” hati redaksi agar cerpen kita dilirik dan dimuat di media mereka. Ini berdasarkan pengalaman aja ya:
  1. 1.   Kenali Medianya
Gak lucu dong, kamu mengirim cerita anak-anak ke majalah dengan market utamanya remaja, alias salah kamar. Sampai pikun pun kamu tungguin, cerpenmu gak akan pernah dimuat. So, kenalilah media yang ingin kamu tuju dengan membaca minimal 3 edisi terakhir! Dengan begitu kamu bisa tahu cerpen seperti apa yang menjadi khas media tersebut, macam Annida, yang terkenal dengan cerpen-cerpen bernuansa Islami, penuh makna, dan menginspirasi banyak pembacanya.

  1. 2.   Buat Judul yang “Eye Catching”
Tau kan maksudnya? Agar redakturnya tertarik dengan naskah kamu, maka buatlah judul semenarik mungkin, bikin penasaran, dan menggelitik untuk segera dibaca! Misalnya kamu bikin judul “Cinta Segi Tiga” itu mah udah terlalu biasa, pembaca sudah langsung menebak kalau kamu pasti bercerita tentang seorang wanita yang diperebutkan oleh dua pria atau sebaliknya.

  1. 3.   Berhenti Jadi Anak Alay
Yups! Berdasarkan pengalaman saya dalam beberapa pelatihan menulis, redaksi tertentu sangat membenci yang namanya tulisan Alay. Masih blom ngerti? Saya kasih contoh deh. “aY@hQu seoRanG p3l4uT”. Kritingkan mata kamu baca tulisan kayak gitu? Hehee. Jadi tulislah judul dan isi cerpenmu sewajarnya! Cukup gunakan font, margin, space, dan size yang umum digunakan. Jangan sekali-kali menggunakan huruf yang meliuk-liuk dan warna-warni atau naskah dikasih border dengan gambar yang aneh-aneh semacam love dan buah-buahan yang gak jelas, karena itu sangat tidak keren, Sob. Percaya deh. Hehee

  1. 4.   Don’t Push Redaktur!
Nah, ini yang gak kalah penting. Ketika kamu sudah susah-susah menulis cerpen kamu yang paling keren, tapi dalam proses pengirimannya kamu lupa satu hal kecil yang sebenernya mempunyai dampak paling besar. Apa itu? Ketika kamu mengirim naskah kamu via e-mail, gak ada salahnya dong kamu menyapa redaksi di badan e-mail kamu. Analoginya ketika kamu bertamu ke rumah tetangga, kalo kamu langsung nylonong tanpa mengucapkan salam, bisa-bisa kamu diteriakin maling kan? Nah, begitupun dengan redaksi, coba deh kakak redaksinya disapa dengan bahasa yang sopan dan manis. Bukan maksud sok kenal sok dekat sih, tapi setidaknya itu akan meninggalkan kesan di hari redaksi ketika mereka menerima naskah kamu. Buatlah pengantar dengan bahasa yang well educated, tidak menekan redaksi. Misalnya kayak gini.
Assalamualaikum,
Yth Redaksi Annida,
Hai Nid, apa kabar? Semoga tetep semangat ya. Berikut saya kirimkan naskah saya…….. blablablabla…….., semoga layak tayang di Annida ya.

Wassalam,
Fulan
          Bandingkan dengan ini
          Kepada Redaksi Annida, saya kirimkan cerpen saya…..tolong dimuat, kalau dalam waktu seminggu tidak dimuat, naskah akan saya tarik. Terima kasih.
Beuh! Mungkin redaksi akan bilang “emang lo siape?”. Hehee.
Nah, demikian dulu ya sobat, tips dari saya, semoga bermanfaat (*)

Dalam Larat

Assalamu'alaikum..... hollaa... jumpa lagi nihh... kali ini gue mw nulis PUISI.... wew.... udah lama tuh gue nggak nyinggung2 puisi kan yak ?? Cekidot dah !

Dalam Larat
Oleh : Alina sitha

Dia terkurung penjara hedonis
Tenggelam dalam gerimis
Raganya kiam redam
Bagai ayam diasak malam

Dia telah menapaki senja
Menyusuri masa yang meleja
Berteman serbuan ilat
Tangisnya lasat

Sepertiga malam ia terjaga
Dengan peluh penuhi raga
Hanyalah hibat tersirat
Jadikannya basat

Inspirasi Penulis: Ceritanya tentang orang susah yang hidup dalam dunia metropolitan. Dia berteman dengan malang tetapi tetap berdoa mengharap ridho Allah SWT.

Dalam Bayang Hujan

Assalamu'alaikum..... hollaa... jumpa lagi nihh... kali ini gue mw nulis hasil FAST WRITING dengan teman2 sesama minat....


Jadi, ada beberapa tema yang sudah dituliskan dalam gulungan kertas. Nah, kita harus memilih salah satu dari tema tersebut dengan acak alias kocok. Dan ternyata terpilihlah  'HUJAN' sebagai kata kunci untuk fast writing kali ini yang mengharuskan kita menuliskan apapun tentang hujan, yang terlintas di pikiran, boleh itu cerpen/ artikel/ narasi. Namanya FAST, berarti cepat. Yup, waktunya cuma 10 menit. Woow.... mantap gak tuh ?


Dan inilah hasil oret-oret gue selama sepuluh menit. Cekidoot !! ^_^


Dalam Bayang Hujan



Kinan duduk di beranda. Matanya jauh memandang langit.  Benaknya menerawang kembali ragam memori yang terjadi tepat setahun lalu. Ya, setahun lalu saat dirinya masih tertawa lepas dan bebas menceritakan  keluh kesahnya pada seorang wanita yang kini telah pergi meninggalkannya.

Dua bulan lalu, itu adalah saat yang sangat membuat Kinan terpukul. Biarpun ia telah mendapatkan kabar gembira bahwa ia akan segera melangsungkan wisuda, ia tidak bisa tersenyum bahagia.

“Kinan, sepatlah pulang!”

Itulah SMS yang ia dapatkan dari Om Ridho. Saat ia menelepon Om Ridho, barulah ia tahu ada berita bahwa ibunya sedang sakit.

Suasana di luar hujan deras. Namun, bayangan ibunya selalu terlintas dalam benaknya. Sungguh baru kali ini ia merasa begitu kalut saat mendengar berita tentang ibunya yang sakit. Ia pun memutuskan untuk tetap pulang ke rumahnya yang membutuhkan waktu delapan jam dari kota tempatnya menuntut ilmu.

Derai hujan yang semakin lama bertambah deras seolah mewakili jeritan hati Kinan yang benaknya tiada henti memutar memori tentang ibunya. Senyumnya, tawanya, tangisnya wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya hadir silih berganti. Tidak sadar, matanya pun telah sembab karena basah oleh airmata.

By : Alina Sitha


Ada komentar ? Dipersilakan yah......... :)


10 besar Sekolah tingkat menengah atas dengan kelulusan 100% dan nilai rerata tertinggi

Assalamu'alaikum..... hollaa... jumpa lagi nihh... kali ini gue mw nulis kembali apa yang menarik perhatian gue.... yuuk simaak !

gara-gara temen gue nge-post link di FB.... trus gue klik ! Weew... bangganya gue.... Sebagai almamater SMANSASI gitu loh....

*apaan seh ? kok pake almamater segala ? Ngomongin apa sih lu ?

Hihi.... bingung yah ? Gue tuh lagi ngomongin 10 SMA peraih nilau UN terbaik se-Indonesia... Nih sumbernya : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8665806

berikut 10 besar Sekolah tingkat menengah atas dengan kelulusan 100% dan nilai rerata tertinggi:

1. SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh (61 lulus dengan rerata nilai UN 9,53)
2. SMAN 4 Denpasar (259 lulus dengan rerata nilai UN 9,49)
3. SMAN 1 Tasikmalaya (302 lulus dengan rerata nilai UN 9,40)
4. SMAN 2 Tasikmalaya (360 lulus, dengan rerata nilai UN 9,40)
5. SMA 2 Modal Bangsa Kuta Baro (111 lulus dengan rerata nilai 9,37)
6. SMAN 1 Denpasar (404 lulus dengan rerata nilai UN 9,34)
7. SMAN 3 Denpasar (268 lulus dengan rerata nilai UN 9,30)
8. SMAN 1 Bekasi (319 lulus dengan rerata nilai UN 9,24)
9. SMAN 1 Lamongan (182 lulus dengan rerata nilai UN 9,21)
10. SMAN 1 Kudus (376 lulus dengan rerata nilai UN 9,20).





*yang gue tebelin ntu skul gue loh..... (#bangga)




yaudah deh gitu aje.... see u deh..... semoga pendidikan di Indonesia makin maju !!! Amiin... ^_^


Wassalam....