Renungan

Jika engkau dalam kesulitan,ingatlah selalu pada-Nya

jika engkau lupa sebutlah nama-Nya

kita ini hanyalah manusia yg selalu ingin mendapatkan kebahagiaan

jika kebahagiaan juga tak kunjung datang, m0hon dan sujudlah pada-Nya

kita hanya mampu berdoa

tapi hanya DIA lah yang menentukan

Allah itu Maha Segala

janganlah pernah engkau melupakannya

Robitoh (untuk semua yang kurindukan)

Ya,Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui hati-hati ini berhimpun dalam cinta pada-Mu,

telah berjumpa dalam taat pada-Mu,

bersatu dalam dakwah di jalan-Mu,

dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu,

maka,kuatkanlah ikatan pertaliannya,

Ya,Allah,abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tak akan pernah pudar,

lapangkanlah dada kami dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu,

hidupkanlah dengan ma'rifah-Mu dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu,

sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Amiin

Ka-MuT (about menulis)

Alami ! Tak ada resep yang lebih baik untuk menjadi penulis, kecuali dengan menulis sekarang juga. karena itu ambillah kertas juga pulpen dan menulislah sekarang juga. apapun jadinya, buatlah tulisan secara spontan. kalau memang harus melompat-lompat, biarlah melompat-lompat. boleh jadi akan menjadi lompatan yang indah. tulislah sekarang juga ! Apapun yang terlintas dalam pikiran, jangan menoleh ke belakang sebelum selesai satu tulisan. jangan sibuk memperbaiki kalau tulisan belum selesai. revisi itu setelah tulisan jadi !


Orang hebat menulis masalah berat dengan bahasa sederhana. orang yang ingin disebut hebat menulis masalah sederhana dengan bahasa yang berat.


Para pemalsa menggunakan mood sebagai alasan untu tidak bertindak. para idealis mengendalikan mood untuk menghalasu kemalasan.


Orang yang berbakat gagal melihat masalah dengan hambatan. Sedangkan orang sukses melihat masalah sebagai tantangan yang membuat hidup lebih bergairah.


kalau kita berpikir menang, seluruh jalan 'kan terbentang, semua potensi akan kita galang, segala kekuatan akan kita undang, beraneka halang rintang akan kita tendang dan kita MENANG, TENANG DAN SENANG !


(ini sebagian sms inspiratif yang aku terima dari senior dalam dunia penulisan)

Semoga bermanfaat !



Untukmu, Indonesia !

Oleh : Alina Sitha

Ini seruan hati pemudi bangsa
yang terangkai dalam untaian kata
untukmu, Indonesia

Indonesia negeri para pecinta
tempat insan memadu kasih sepanjang masa
sayangnya,
pengkhianat cinta berkuasa memegang tahta
merampas hak rakyat jelata
sesungguhnya,
bukan harta penopang segala
iman dan takwa kunci bahagia.

Indonesia beradab tertuang dalam pancasila
seolah belum menuai makna
dikala berseteru para pelanggar norma susila
mencari pembenaran atas tindakan mereka
sementara pahlawan devisa bersikeras menjaga harga dirinya

Saat alam menyindir Indonesia
air mata mengalir serentak seia sekata
dari pelosok negeri hingga ibu kota
sudahkah sadar para pengkhianat cinta ?
sudahkan jera para pelanggar norma susila ?
sudahkah bahagia hidup pahlawan devisa ?

Untukmu, Indonesia
kurangkai kata terindah di setiap do’a
berharap insan tak terbuai fatamorgana
agar tiada lagi penimbun harta
berharap insan memahami susila
agar nista terhapus dari semesta
berharap keji perlahan sirna
agar pejuang devisa luput dari sengsara
berharap murka berganti cinta
agar negeri aman sentosa

Untukmu, Indonesia
hapuslah sudah airmata
bukan saatnya bertopang dagu menyiakan asa
bersatulah demi tanah air tercinta
karena ada hikmah di balik setiap peristiwa

Dengan lantang aku berkata,
aku pemudi Indonesia
siap menyongsong masa depan bangsa
berbekal cita-cita dan do’a
Untumu, Indonesia !

Di Balik Sindiran Alam

Oleh : Alina Sitha

Rentetan sindiran alam atas izin Tuhan
teguran setiap insan yang mengaku beriman
menciutkan nyali para pejuang kacangan
menggetarkan hati pembela kemaslahatan

Ibu pertiwi tertunduk lesu
sedih, tangis, haru melebur satu
puing-puing, tulang-belulang menjadi saksi bisu
keluluhlantahan tanah kelahiranku

Ibu pertiwi bersusah hati
linangan air mata membanjiri
salah apa harus dicari
lajur sudah Rahasia Ilahi

Mati satu tumbuh seribu
seyogyanya tertanam di relung kalbu
Putra-Putri Bangsa bahu-mambahu
membangun kembali tanah airku

Masa lalu bagai buah berkulit duri
kupas kulitnya ambil daging buahnya
nikmatilah ia bak obat penawar hati
anggaplah ia sebagai pahlawan tanpa tanda jasa

Masa depan bagai jarak langit dan bumi
seolah sulit dijangkau tetapi pasti
teruslah merangkak bak gedung pencakar langit
selagi nafas berhembus walau raga diamuk sakit

Wahai Putra dan Putri Indonesia
pemilik dan penggerak masa depan Bangsa
bukan saatnya bertopang dagu menyiakan asa
tanah air membutuhkanmu menyambung nyawa

Wahai Putra dan Putri Indonesia
alunkan lantang semangat Sumpah Pemuda
resapi makna di balik peristiwa
berjuanglah untuk Indonesia !